Clock

Sabtu, 18 Oktober 2014

Depresi


Depresi pada mahasiswa semester 6 karena cinta ..  

Cinta, perasaan yang luar biasa yang tak hanya membuat manusia seakan terbang membumbung tinggi di angkasa, tapi juga perasaan yang membuat sayap patah hingga jatuh mengenaskan. Tak heran bila cinta selalu menjadi kebanggaan, dan tak jarang di anggap sebagai penyebab kehancuran. Walau pada hakikatnya, cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Bahkan, cinta adalah sebuah aksi atau kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
Namun, karena begitu besarnya kekuatan cinta, depresi yang disebabkan karena cinta memiliki akibat yang sangat kompleks, bahkan menyebabkan kematian. Seperti yang terjadi pada Miko Mitrayuda, seorang mahasiswa semester 6 Stikes Wira Husada, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Ia pertama kali ditemukan kekasihnya, Tisa Kartika saat mengunjungi kos korban yang berada di Jalan Bali, Dusun Widoro Baru, Caturtunggal, Depok pada hari Rabu (23/5/2012) sekitar pukul sembilan pagi.
Kapolsek Depok Timur Kompol Qori Okto Handoko, menjelaskan, berdasarkan ciri – ciri yang ada di tubuh pelaku. Kemungkinan besar korban meninggal akibat gantung diri. Diperkuat dengan adanya bukti – bukti indikasi bunuh diri. Namun, kepolisian juga menemukan satu botol cairan racun serangga yang diduga kuat diminum korban sebelum melakukan aksi nekatnya itu.
“Berdasarkan keterangan saksi, pemicunya adalah masalah percintaan. Diketahui pula bahwa korban sempat cek cok dengan pacarnya,” ungkapnya.
Terkait kejadian itu, Psikiater dr Ida Rochmawati, menyebutkan bahwa ada kecenderungan seseorang berbuat nekat lantaran permasalahan cinta yang sering membuatnya menjadi sulit berfikir rasional. Oleh karena itu, disitulah pentingnya orang ketiga, baik itu teman maupun orang tua, sehingga anak tetap berada di jalur yang benar. "Makanya tidak heran jika ada ungkapan love is blind,"
Kutipan di atas, menggambarkan betapa rumitnya pemasalahan cinta. Cinta bahkan tidak mengizinkan untuk beralasan. Jika seseorang tidak lagi mampu menghilangkan perasaan depresi yang ditanggungnya, maka dia cenderung untuk berbuat nekat.
  

Analisis Kasus
Jika dilihat dari kejadian di atas, tersirat bahwa jenis cinta yang dimiliki oleh Miko adalah cinta romantik yang sering kali menghasilkan cinta buta dengan rela melakukan apapun demi cinta.depresi yang diakibatkan karena pertengkaran pasangan tersebut pada akhirnya berbuah penyesalan. Saat in banyak sekali depresi yang diasumsikan sebagai kegalauan.
Dan permasalahan percintaan adalah atribusi yang mengkibatkan miko melakukan bunuhdiri. Seseorang yang bunuhdiri berkeyakinan bahwa dengan berakhir hidupnya, maka berahir pula penderitaka dan segala bentuk permasalahan yang dihadapinya.dan bunuhdiri merupakan salahsatu bentuk katarsis(penyaluran bentuk agresi yang dilakukan secara  langsung atau tidak) demi mengurangi bahaya yang mungkin ditimbulkan pada orang lain. Akantetapi pada akhirnya dia malah menyakiti dirinya sendiri.
Dan dari kisah tersebut, bisa disimpulkan bahwa tidak selamanya cinta membawa kebahagiaan, tapi ada kalanya manusia bisa menangis tersedu-sedu karena cinta. Tergantung bagaimana seseorang menyikapi kedatangan cinta. Akan lebih baik bila cinta tidak membutakan mata dan mengendalikan nurani kita.
Depresi adalah bentuk kemuraman hati (bisa berupa kesedihan, kesenduan, kepedihan hati) yang mempunyai sifat patologis. Timbulnya rasa depresi ini bisa disebabkan oleh karena sakit hati, penyalahan terhadap diri sendiri, dan trauma psikologis. Ini adalah pengertian depresi menurut Kartono (2002).
Depresi adalah suatu kondisi yang lebih dari suatu keadaan sedih, bila kondisi depresi seseorang sampai menyebabkan terganggunya aktivitas sosial sehari-harinya maka hal itu disebut sebagai suatu Gangguan Depresi. Beberapa gejala Gangguan Depresi adalah perasaan sedih, rasa lelah yang berlebihan setelah aktivitas rutin yang biasa, hilang minat dan semangat, malas beraktivitas, dan gangguan pola tidur. Depresi merupakan salah satu penyebab utama kejadian bunuh diri.
Gejala-gejala depresi :
a. Merasa sedih yang berkepanjangan, cemas yang berlebihan dan suasana hati yang kosong.
b. Keputusasaan terhadap hidup dan pesimis terhadap masa depan.
c. Perasaan bersalah yang tidak pada tempatnya dan tidak berdaya untuk keluar dari rasa bersalah tersebut
d. Kehilangan minat.
e. Stamina menjadi hancur dan begitu mudah mengalami kelelahan fisik.
f. Kesulitan memusatkan perhatian, penurunan daya ingat dan tidak mampu dalam mengambil keputusan.
g. Insomnia
h. Nafsu makan berlebihan dan terkadang juga kehilangan nafsu makan.
i. Keinginan untuk bunuh diri.
j. Emosi
Beberapa yang bisa menyebabkan seseorang terkena depresi adalah sebagai berikut:
·         Stres Lingkungan Dan Proses Kehidupan. Manusia tidak terlepas dari masalah dan stres dalam menjalani kehidupan. Maka bila seseorang menjalani sebuah kehidupan yang dipenuhi dengan ketegangan emosional yang berlebihan akan bisa menjadi pintu awal terjadinya gangguan mood (perasaan).
·         Berbagai Bentuk Kekerasan. Kekerasan dalam hal ini bisa berwujud dalam bentuk kekerasan fisik maupun mental. Bila seseorang mengalami trauma kekerasan fisik, emosional, kekerasan seksual dalam kehidupannya di masa lalu, maka hal ini akan bisa menimbulkan depresi di kemudian hari.
·         Kehilangan. Perasaan kehilangan yang berkelanjutan dan berlebihan semisal peristiwa kedukaan yang mendalam atas meninggalnya seseorang yang sangat berarti dalam kehidupannya akan bisa menjadi faktor resiko depresi bila tidak mendapat penanganan yang serius.
·         Penyakit Kronis. Beberapa penyakit berat serta kronis juga bisa menyebabkan seseorang jatuh dalam kondisi depresi, baik itu dalam taraf depresi ringan atau bahkan depresi yang berat sekalipun. Selain itu ada juga penyakit akibat depresi yang bisa juga terjadi sebaliknya.

Terapi-terapi yang dapat digunakan untuk depresi :

1.      Perlu ada penanganan bagi penderita depresi yang bersifat bantu diri atau diIakukan sendiri oleh subjek seperti terapi musik. Terapi musik menguntungkan bagi subjek dari segi : (a) dapat menyediakan sendiri tape recorder dan kaset musik yang dibutuhkan, (b) dapat mendengarkan musik kapan saja dibutuhkan dan lebih murah dari segi biaya, (c) tidak mendapat tekanan tambahan dari masyarakat yang menganggap bahwa orang yang berkonsuItasi pada psikolog atau psikiater mengalami gangguan jiwa yang memalukan. Terapi musik adalah pemaniaatan kemampuan musik dan elemen musik oleh terapis untuk meningkatkan dan merawat kesehatan fisik, memperbaiki mental, emosional, dan kesehatan spiritual klien. Terapi musik terdiri dari dua elemen utarna yaitu elemen terapi dan elemen musik. Elemen terapi yang meliputi ketrampilan rnusik bagi terapis, alat yang digunakan musik, membangun hubungan terapis dan klien, aktivitas yang terstruktur dan dianjurkan oleh tim yang merawat klien untuk mencapai tujuan yang spesifik dan objektif bagi klien. Elemen musik sebagai alat utama yang meliputi irama, melodi dan harmoni. Terapi musik dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu menyanyi, mencipta Jagu, memainkan alat musik, irnprovisasi, mendiskusikan Hrik dan mendengarkan musik.
2.      Efek  terapi  tertawa pada  depresi,  kognisi  dan  tidur  pada  lanjut usia  yang  tinggal  di  sebuah  panti  yang melibatkan  109  subyek  berusia  65 tahun  dan  lebih  tua.  Para  peserta  dibagi menjadi dua kelompok dengan 48 mata pelajaran dalam kelompok terapi tawa dan 61 subyek pada  kelompok  kontrol. Kelompok-kelompok  dibandingkan dengan  menggunakan evaluasi  depresi, pemeriksaan  kesehatan  mental  dan  tes kualitas  tidur.  Pada  awal penelitian,  tidak  ada  perbedaan  signifikan  antara kedua  kelompok  pada  salah  satu evaluasi.  Ketika  penelitian  berakhir, ditemukan  bahwa  tingkat  depresi  dan insomnia telah  secara  signifikan  menurun  pada  kelompok  terapi  tawa.  Penelitian  ini  juga menemukan  bahwa  kualitas  tidur  secara  keseluruhan  dan kesadaran  mental  telah meningkat dalam kelompok terapi tawa.
Temuan ini menunjukkan bahwa terapi tawa adalah  pilihan  pengobatan  yang  berguna  dan hemat  biaya  untuk  menurunkan  gejala  depresi pada lansia (Alicia, 2010).
3.      Ada tiga definisi terapi kognitif :
a.terapi kognitif adalah suatu system pasikoterapi yang didasarkan pada teori gangguan emosi
b.terapi kognitif adalah serangkaian percobaan dan penyelidikan klinis
c.terapi kognitif adalah tekhnik-tekhnik terapi yang dirumuskan dengan baik.
Terapi kognitif “ karena tekhnik yang dipakai dalam terapi ini bertujuan untuk merubah kesalahan (error) atau penyimpangan (bias) dalam pikiran pasien. Tehnik itu juga mencakup cara-cara yang digunakan untuk menilai situasi dan stress, anggapan tentang diri sendiri, lingkungan dan masa depan. Serta keyakinan dan sikap,yang semuanya diperekirakan memperberat gangguan emosi pasien.pendekatan dalam penyembuhan ini didasarkan atas latar belakang histories, teoritis dan eksperimen.  

DAFTAR PUSTAKA
Hasanat, N., & Susilowati, T.G. (2011). Pengaruh terapi menulis pengalaman emosional terhadap penurunan depresi pada mahasiswa tahun pertama. Jurnal Psikolog, Vol.38, No.1, 92-107.
Charlata, D. (2005). Pengaruh terapi musik terhadap depresi di antara mahasiswa. Ejournal, Vol.2, No.18.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar