Depresi pada mahasiswa semester 6
karena cinta ..
Cinta, perasaan yang luar biasa yang
tak hanya membuat manusia seakan terbang membumbung tinggi di angkasa, tapi
juga perasaan yang membuat sayap patah hingga jatuh mengenaskan. Tak heran bila
cinta selalu menjadi kebanggaan, dan tak jarang di anggap sebagai penyebab
kehancuran. Walau pada hakikatnya, cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan
pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua
kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Bahkan, cinta adalah sebuah
aksi atau kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa
pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu,
menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan
objek tersebut.
Namun, karena begitu besarnya
kekuatan cinta, depresi yang disebabkan karena cinta memiliki akibat yang
sangat kompleks, bahkan menyebabkan kematian. Seperti yang terjadi pada Miko
Mitrayuda, seorang mahasiswa semester 6 Stikes Wira Husada, nekat mengakhiri
hidupnya dengan cara gantung diri. Ia pertama kali ditemukan kekasihnya, Tisa
Kartika saat mengunjungi kos korban yang berada di Jalan Bali, Dusun Widoro
Baru, Caturtunggal, Depok pada hari Rabu (23/5/2012) sekitar pukul sembilan
pagi.
Kapolsek Depok Timur Kompol Qori
Okto Handoko, menjelaskan, berdasarkan ciri – ciri yang ada di tubuh pelaku.
Kemungkinan besar korban meninggal akibat gantung diri. Diperkuat dengan adanya
bukti – bukti indikasi bunuh diri. Namun, kepolisian juga menemukan satu botol
cairan racun serangga yang diduga kuat diminum korban sebelum melakukan aksi
nekatnya itu.
“Berdasarkan keterangan saksi, pemicunya adalah
masalah percintaan. Diketahui pula bahwa korban sempat cek cok dengan
pacarnya,” ungkapnya.
Terkait kejadian itu, Psikiater dr
Ida Rochmawati, menyebutkan bahwa ada kecenderungan seseorang berbuat nekat
lantaran permasalahan cinta yang sering membuatnya menjadi sulit berfikir
rasional. Oleh karena itu, disitulah pentingnya orang ketiga, baik itu teman
maupun orang tua, sehingga anak tetap berada di jalur yang benar. "Makanya
tidak heran jika ada ungkapan love is blind,"
Kutipan di atas, menggambarkan
betapa rumitnya pemasalahan cinta. Cinta bahkan tidak mengizinkan untuk
beralasan. Jika seseorang tidak lagi mampu menghilangkan perasaan depresi yang
ditanggungnya, maka dia cenderung untuk berbuat nekat.
Analisis Kasus
Jika dilihat dari kejadian di atas,
tersirat bahwa jenis cinta yang dimiliki oleh Miko adalah cinta romantik yang sering
kali menghasilkan cinta buta dengan rela melakukan apapun demi cinta.depresi
yang diakibatkan karena pertengkaran pasangan tersebut pada akhirnya berbuah
penyesalan. Saat in banyak sekali depresi yang diasumsikan sebagai kegalauan.
Dan permasalahan percintaan adalah
atribusi yang mengkibatkan miko melakukan bunuhdiri. Seseorang yang bunuhdiri
berkeyakinan bahwa dengan berakhir hidupnya, maka berahir pula penderitaka dan
segala bentuk permasalahan yang dihadapinya.dan bunuhdiri merupakan salahsatu bentuk
katarsis(penyaluran bentuk agresi yang dilakukan secara langsung atau tidak) demi mengurangi bahaya
yang mungkin ditimbulkan pada orang lain. Akantetapi pada akhirnya dia malah
menyakiti dirinya sendiri.
Dan dari
kisah tersebut, bisa disimpulkan bahwa tidak selamanya cinta membawa
kebahagiaan, tapi ada kalanya manusia bisa menangis tersedu-sedu karena cinta.
Tergantung bagaimana seseorang menyikapi kedatangan cinta. Akan lebih baik bila
cinta tidak membutakan mata dan mengendalikan nurani kita.
Depresi adalah bentuk
kemuraman hati (bisa berupa kesedihan, kesenduan, kepedihan hati) yang
mempunyai sifat patologis. Timbulnya rasa depresi ini bisa disebabkan oleh
karena sakit hati, penyalahan terhadap diri sendiri, dan trauma psikologis. Ini
adalah pengertian depresi menurut Kartono (2002).
Depresi adalah
suatu kondisi yang lebih dari suatu keadaan sedih, bila kondisi depresi seseorang
sampai menyebabkan terganggunya aktivitas sosial sehari-harinya maka hal itu
disebut sebagai suatu Gangguan Depresi. Beberapa gejala Gangguan Depresi adalah
perasaan sedih, rasa lelah yang berlebihan setelah aktivitas rutin yang biasa,
hilang minat dan semangat, malas beraktivitas, dan gangguan pola tidur. Depresi
merupakan salah satu penyebab utama kejadian bunuh diri.
Gejala-gejala depresi
:
a. Merasa sedih yang
berkepanjangan, cemas yang berlebihan dan suasana hati yang kosong.
b. Keputusasaan terhadap hidup dan pesimis terhadap masa depan.
c. Perasaan bersalah yang tidak pada tempatnya dan tidak berdaya untuk
keluar dari rasa bersalah tersebut
d. Kehilangan minat.
e. Stamina menjadi hancur dan begitu mudah mengalami kelelahan fisik.
f. Kesulitan memusatkan perhatian, penurunan daya ingat dan tidak mampu
dalam mengambil keputusan.
g. Insomnia
h. Nafsu makan berlebihan dan terkadang juga kehilangan nafsu makan.
i. Keinginan untuk bunuh diri.
j. Emosi
Beberapa yang bisa menyebabkan seseorang terkena
depresi adalah sebagai berikut:
·
Stres Lingkungan Dan Proses Kehidupan.
Manusia tidak terlepas dari masalah dan stres dalam menjalani kehidupan. Maka
bila seseorang menjalani sebuah kehidupan yang dipenuhi dengan ketegangan
emosional yang berlebihan akan bisa menjadi pintu awal terjadinya gangguan mood
(perasaan).
·
Berbagai Bentuk Kekerasan. Kekerasan
dalam hal ini bisa berwujud dalam bentuk kekerasan fisik maupun mental. Bila
seseorang mengalami trauma kekerasan fisik, emosional, kekerasan seksual dalam
kehidupannya di masa lalu, maka hal ini akan bisa menimbulkan depresi di
kemudian hari.
·
Kehilangan. Perasaan kehilangan yang
berkelanjutan dan berlebihan semisal peristiwa kedukaan yang mendalam atas
meninggalnya seseorang yang sangat berarti dalam kehidupannya akan bisa
menjadi faktor resiko depresi bila tidak mendapat
penanganan yang serius.
·
Penyakit Kronis. Beberapa penyakit berat
serta kronis juga bisa menyebabkan seseorang jatuh dalam kondisi depresi, baik
itu dalam taraf depresi ringan atau bahkan depresi yang berat sekalipun. Selain
itu ada juga penyakit akibat depresi yang
bisa juga terjadi sebaliknya.
Terapi-terapi yang
dapat digunakan untuk depresi :
1. Perlu
ada penanganan bagi penderita depresi yang bersifat bantu diri atau diIakukan
sendiri oleh subjek seperti terapi musik. Terapi musik menguntungkan bagi
subjek dari segi : (a) dapat menyediakan sendiri tape recorder dan kaset musik
yang dibutuhkan, (b) dapat mendengarkan musik kapan saja dibutuhkan dan lebih
murah dari segi biaya, (c) tidak mendapat tekanan tambahan dari masyarakat yang
menganggap bahwa orang yang berkonsuItasi pada psikolog atau psikiater
mengalami gangguan jiwa yang memalukan. Terapi musik adalah pemaniaatan
kemampuan musik dan elemen musik oleh terapis untuk meningkatkan dan merawat
kesehatan fisik, memperbaiki mental, emosional, dan kesehatan spiritual klien.
Terapi musik terdiri dari dua elemen utarna yaitu elemen terapi dan elemen
musik. Elemen terapi yang meliputi ketrampilan rnusik bagi terapis, alat yang
digunakan musik, membangun hubungan terapis dan klien, aktivitas yang
terstruktur dan dianjurkan oleh tim yang merawat klien untuk mencapai tujuan
yang spesifik dan objektif bagi klien. Elemen musik sebagai alat utama yang
meliputi irama, melodi dan harmoni. Terapi musik dapat dilakukan dengan
beberapa cara yaitu menyanyi, mencipta Jagu, memainkan alat musik,
irnprovisasi, mendiskusikan Hrik dan mendengarkan musik.
2. Efek terapi
tertawa pada depresi, kognisi
dan tidur pada
lanjut usia yang tinggal
di sebuah panti
yang melibatkan 109 subyek
berusia 65 tahun dan
lebih tua. Para
peserta dibagi menjadi dua
kelompok dengan 48 mata pelajaran dalam kelompok terapi tawa dan 61 subyek
pada kelompok kontrol. Kelompok-kelompok dibandingkan dengan menggunakan evaluasi depresi, pemeriksaan kesehatan
mental dan tes kualitas
tidur. Pada awal penelitian, tidak
ada perbedaan signifikan
antara kedua kelompok pada
salah satu evaluasi. Ketika
penelitian berakhir,
ditemukan bahwa tingkat
depresi dan insomnia telah secara
signifikan menurun pada
kelompok terapi tawa.
Penelitian ini juga menemukan bahwa
kualitas tidur secara
keseluruhan dan kesadaran mental
telah meningkat dalam kelompok terapi tawa.
Temuan ini menunjukkan bahwa terapi
tawa adalah pilihan pengobatan
yang berguna dan hemat
biaya untuk menurunkan
gejala depresi pada lansia
(Alicia, 2010).
3.
Ada tiga definisi terapi
kognitif :
a.terapi kognitif adalah suatu system pasikoterapi yang didasarkan pada teori gangguan emosi
b.terapi kognitif adalah serangkaian percobaan dan penyelidikan klinis
c.terapi kognitif adalah tekhnik-tekhnik terapi yang dirumuskan dengan baik.
a.terapi kognitif adalah suatu system pasikoterapi yang didasarkan pada teori gangguan emosi
b.terapi kognitif adalah serangkaian percobaan dan penyelidikan klinis
c.terapi kognitif adalah tekhnik-tekhnik terapi yang dirumuskan dengan baik.
Terapi
kognitif “ karena tekhnik yang dipakai dalam terapi ini bertujuan untuk merubah
kesalahan (error) atau penyimpangan (bias) dalam pikiran pasien. Tehnik itu
juga mencakup cara-cara yang digunakan untuk menilai situasi dan stress,
anggapan tentang diri sendiri, lingkungan dan masa depan. Serta keyakinan dan
sikap,yang semuanya diperekirakan memperberat gangguan emosi pasien.pendekatan
dalam penyembuhan ini didasarkan atas latar belakang histories, teoritis dan
eksperimen.
DAFTAR PUSTAKA
Hasanat,
N., & Susilowati, T.G. (2011). Pengaruh terapi menulis pengalaman emosional
terhadap penurunan depresi pada mahasiswa tahun pertama. Jurnal Psikolog, Vol.38, No.1, 92-107.
Charlata,
D. (2005). Pengaruh terapi musik terhadap depresi di antara mahasiswa. Ejournal,
Vol.2, No.18.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar