Clock

Jumat, 11 Oktober 2013

Manusia dan Keadilan

Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa “Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran”. Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: “Kita tidak hidup di dunia yang adil”. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya.
  • Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dan masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasamya paling cocok baginya (The man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan, Sunoto menyebutnya keadilan legal.

Keadilan timbul karna penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-hagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakat bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik.


  • Keadilan Distributif
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally). Sebagai contoh, Ali bekerja 10 tahun dan Budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi. yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata Ali menerima Rp. 100.000.- maka Budi harus menerima. Rp 50.000. Akan tetapi bila besar hadiah Ali dan Budi sama justru hal tersebut tidak adil.


  • Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam rnasyarakat Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.

Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan haruis sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir malalui kata-kata atau perbuatan.

Kejujuran bersangkut erat dengan masalah nurani. Menurut.Alamsyah dalam bukunya Budi Nurani. filsafat berfikir. yang disebut nurani adalah sebuah wadah yang ada dalam perasaan manusia. Wadah ini menyimpan suatu getaran kejujuran. ketulusan dalam meneropong kebenaran lokal maupun kebenaran Iliahi. (M.Alanisyah.1986:83). Nurani yang diperkembangkan dapat menjadi budi nurani yang merupakan wadah yang menyimpan keyakinan. Jadi getaran kejujuran ataupun ketulusan dapat ditingkatkan menjadi suatu keyakinan, dan atas diri keyakinannya maka seseorang diketahui kepribadiannya. Orang yang memiliki ketulusan tinggi akan memiliki keyakinan yang matang. sebabnya orang yang hatinya tidak bersih dan mau berpikir curang. memiliki keprihadian yang buruk dan rendah dan sering tidak yakin pada dirinya. Karena apa yang ada dalam nuraninya banyak dipengaruhi oleh pemikirannya yang kadang-kadang justru bertentangan.

Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur.

Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan usaha? Sudah tentu keuntungan itu diperoleh dengan tidak wajar. Yang dimaksud dengan keuntungan di sini adalah keuntungan, yang berupa materi. Mereka yang berbuat curang menganggap akan mendatangkan kesenangan atau keenakan, meskipun orang lain menderita karenanya.

Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah. tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan 
dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Orang seperti itu biasanya tidak senang bila ada yang melebihi kekayaannya. Padahal agama apapun tidak membenarkan orang mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tanpa menghiraukan orang lain, lebih lagi mengumpulkan harta dengan jalan curang. Hal semacam itu dalam istilah agama tidak diridhoi Tuhan

Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika Ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitamya adalah suatu kebanggaan batin yang tak temilai harganya.

Ada peribahasa berbunyi “daripada berputih mata lebih baik berputih tulang” artinya orang lebih baik mati dari pada malu. Betapa besar nilai nama baik itu sehingga nyawa menjadi taruhannya. Setiap orang tua selalu berpesan kepada anak-anaknya “jagalah nama keluargamu!” Dengan menyebut “nama” berarti sudah mengandung arti “nama baik”. Ada pula pesan orang tua “jangan membuat malu” pesan itu juga berarti menjaga nama baik. Orang tua yang menghadapi anaknya yang sudah dewasa sering kali berpesan “laksanakan apa yang kamu anggap baik, dan jangan kau laksanakan apa yang kau anggap tidak baik!”. Dengan melaksanakan apa yang dianggap baik berarti pula menjaga nama baik dirinya sendiri, yang berarti menjaga nama baik keluarga.

Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pnbadi, cara menghadapi orang, perbuatan-perbuatan yang dihalalkan agama dan lain sebagainya.

Dalam kehidupan, setiap manusia dalam melakukan aktifitasnya pasti pernah menemukan perlakuan yang tidak adil atau bahkan sebaliknya, melakukan hal yang tidak adil. Dimana pada setiap diri manusia pasti terdapat dorongan atau keinginan untuk berbuat kebaikan “jujur”. Tetapi terkadang untuk melakukan kejujuran sangatlah tidak mudah dan selalui dibenturkan oleh permasalahan – permasalahan dan kendala yang dihadapinya yang kesemuanya disebabkan oleh berbagai sebab, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral.
Dampak positif dari keadilan itu sendiri dapat membuahkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi. Karena ketika seseorang mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk bertanya atau melalukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri. Nah… cara itulah yang dapat menimbulkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti demonstrasi, melukis, menulis dalam bentuk apabun hingga bahkan membalasnya dengan berdusta dan melakukan kecurangan.

Keadilan adalah pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.

Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki cirri antara lain ; tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. Dengan kata lain keadilan itu sendiri dapat bersifat hokum.

Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.

Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengkesampingkan nurani dan sisi moralitas.

Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain ;


  1. Faktor ekonomi. Setiap berhak hidup layah dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai mahluk lemah, tempat salah dan dosa, sangat rentan sekali dengan hal – hal pintas dalam merealisasikan apa yang kita inginkan dan pikirkan. Menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan semu tanpa melihat orang lain disekelilingnya.
  2. Faktor Peradaban dan Kebudayaan sangat mempengaruhi dari sikapdan mentalitas individu yang terdapat didalamnya “system kebudayaan” meski terkadang halini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani hamper pada setiapindividu didalamnya sehingga sangat sulit sekali untuk menentukan dan bahkan menegakan keadilan.
  3. Teknis. Hal ini juga sangat dapat menentukan arah kebijakan bahkan keadilan itu sendiri. Terkadang untuk dapat bersikapadil,kita pun mengedepankan aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga sangat sulit sekali untuk dilakukan. Atau bahkan mempertahankan keadilan kita sendiri harus bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lain. Dengan kata lian kita sebagai bangsa timur yang sangat sopan dan santun.
  4. dan lain sebagainya. Keadilan dan kecurangaan atau ketidakadilan tidak akan dapat berjalan dalam waktu bersamaan karena kedua sangat bertolak belakang dan berseberangan.


Sumber: Dari berbagai sumber …

STRESS


Definisi stress
Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental. Pada dasarnya, stress adalah sebuah bentuk ketegangan, baik fisik maupun mental. Sumber stress disebut dengan stressor dan ketegangan yang di akibatkan karena stress, disebut strain.

Menurut Robbins (2001) stress juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai suatu kesempatan dimana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang. Dan apabila pengertian stress dikaitkan dengan penelitian ini maka stress itu sendiri adalah suatu kondisi yang mempengaruhi keadaan fisik atau psikis seseorang karena adanya tekanan dari dalam ataupun dari luar diri seseorang yang dapat mengganggu pelaksanaan kerja mereka.

Proses, yaitu stress digambarkan sebagai suatu proses dimana individu secara aktif dapat mempengaruhi dampak stress melalui strategi tingkah laku, kognisi maupun afeksi.

Jadi, stress dapat mempengaruhi fisik, psikis mental dan emosi. Tetapi, stress dapat mempunyai dua efek yang berbeda, bisa negatif ataupun positit, tergantung bagaimana kuatnya individu tersebut menghadapi stress atau bagaimana individu tersebut mempersepsikan stress yang sedang dihadapinya.

Quick dan quick (1984) mengkategorikan jenis stress menjadi dua yaitu:

-Eustress yaitu hasil dari respon terhadap stress yang bersifat sehat, positif, dan konstruktif (bersifat membangun). Hal tersebut termasuk kesejahteraan individu dan juga organisasi yang diasosiasikan dengan pertumbuhan, fleksibilitas, kemampuasn adaptasi, dan tingkat perfomance yang tinggi.

-Distress yaitu hasil dari respon terhadap stress yang bersifat tidak sehat, negatif, dan deskrutif (bersifat merusak). Hal tersebut termasuk konsekuensi individu dan juga organisasi seperti penyakit kardiovaskular dan tingkat ketidakhadiran (absenteeism) yang tinggi, yang diasosiasikan dengan keadaan sakit, penurunan, dan kematian.

Stress dapat terjadi pada siapa saja, karena setiap orang pasti mempuyai emosi yang tidak stabil, stress bisa berbentuk positif atau negatif, tergantung dari pribadi masing-masing dalam menyikapinya.

Faktor-faktor yang menyebabkan stress di bagi menjadi dua yaitu:

- Faktor pribadi
Stress dapat terjadi di dalam pemikiran kita saja, jadi terkadang apa yang ada di pikiran kita dapat membuat stress kita sendiri. Misalnya tidak percaya diri sudah takut terlebih dahulu ketika bertemu banyak orang, merasa minder dengan keadaan, pemikiran inilah yang sudah membuat negatif dan membuat kita menjadi stress sendiri padahal belum tentu orang lain mengkritik penampilan kita.

Faktor pribadi yang menyebabkan stress lainnya adalah kehilangan harta atau jabatan atau kematian. Banyak juga para calon-calon bupati dan gubernur yang stress karena mereka tidak terpilih, padahal mereka sudah melakukan apapun untuk menjadi terpilih, tidak sedikit untuk mengeluarkan harta untuk pencalonannya, selain itu faktor kematian atau di tinggal pergi oleh orang yang kita sayangi juga bisa menyebabkan stress, misalnya seorang suami yang di tinggal pergi istrinya.

-Faktor sosial

Banyak sekali faktor-faktor sosial yang bisa menimbulkan stress, misalnya saja di lingkungan pekerjaan, beban kerja yang berat serta waktu yang mepet di tambah rekan kerja yang tidak menyenangkan bisa membuat kita menjadi stress, selain itu letak atau tepat pekerjaan yang deket dengan bengkel servis motor misalnya yang setiap hari harus mendengar suara-suara bising bisa juga menambah tingkat ke streessan.

Stress dapat bersifat psotif dan negatif tergantung dari pribadi yang menyikapinya, stress dapat mengakibatkan gangguan emosional pada diri kita, orang yang stress biasanya akan berubah menjadi agresif atau mudah marah, bahkan ada juga yang berubah menjad pendiam. Hal itu dsebabkan karena banyaknya beban yang terlalu berat dalam pikiran sehingga dapat merubah kondisi kejiwaan seseorang.

Lazarus & Cohen (1984) mengklasifikasikan stressor kedalam tiga kategori, yaitu:

Catacysmic Event,
Fenomena besar atau tiba–tiba terjadi, seperti kejadian–kejadian penting yang mempengaruhi banyak orang seperti bencana alam.

Personal Stressor,
Kejadian–kejadian penting mempengaruhi sedikit orang atau sejumlah orang tertentu, seperti kritis keluarga.

Background stressor,
Pertikaian atau permasalahan yang bisa terjadi setiap hari, seperti masalah dalam pekerjaan dan rutinitas pekerjaan.

Sarafino (1998) membagi tiga jenis sumber stres yang dapat terjadi pada kehidupan individu:

- Sumber yang berasal dari individu

Ada dua cara stres berasal dari individu. Pertama adalah melalui adanya penyakit. Penyakit yang diderita individu menyebabkan tekanan biologis dan psikologis sehingga menimbulkan stres. Sejauh mana tingkat stres yang dialami individu dengan penyakitnya dipengaruhi faktor usia dan keparahan penyakit yang dialaminya. Cara kedua adalah melalui terjadinya konflik.Konflik merupakan sumber yang paling utama. Didalam konflik individu memiliki dua kecenderungan yang berlawanan : menjauh dan mendekat.

Individu harus memiliki dua atau lebih alternatif pilihan yang masing–masing memiliki kelebihan dan kekuhrangannya se ndiri. Keadaan seperti ini banyak dijumpai saat individu dihadapkan pada keputusan–keputusan mengenai kesehatannya.

- Sumber yang berasal dari keluarga

Stres dalam keluarga dihasilkan melalui adanya perilaku, kebutuhan–kebutuhan dan kepribadian dari masing –masing anggota keluarga yang berdampak kepada anggota keluarga lainnya. Konflik interpersonal ini dapat timbul dari adanya masalah finansial, perilaku yang tidak sesuai, melalui adanya tujuan yang berbeda antar anggota keluarga, bertambahnya anggota keluarga perceraian orang tua, penyakit dan kecacatan yang dialami anggota keluarga dan kematian anggota keluarga.

- Sumber stres yang berasal dari komunitas dan masyarakat

Adanya hubungan manusia dengan lingkungan luar menyebabkan banyak kemungkinan munculnya sumber – sumber stres. Misalnya: stres yang dirasakan anak sekolah akibat adanya kompetisi – kompetisi dalam hal seperti olah raga.

Di sisi lain, stres yang dialami oleh orang dewasa banyak diperoleh melalui pekerjaannya dan berbagai situasi lingkungan. Stres yang diperoleh melalui pekerjaan contohnya dikarenakan : diluar sisi kerja, kontrol yang rendah terhadap pekerjaan yang diemban, kurangnya hubungan interpersonal dengan sesama rekan kerja, promosi jabatan, kehilangan pekerjaan lainnya. Stres yang diperoleh dari lingkungan juga dapat diakibatkan oleh lingkungan yang berisik dan padat serta lingkungan yang tercemar (Sarafino, 1998).

Nilai dan kebutuhan

Nilai adalah sifat-sifat atau hal-hal yang berguna penting bagi kemanusiaan.
Sedangkan menurut soekamto nilai adalah sesuatu yang daoat di jadikan sasaran untuk mencapai tujuan yang menjadi sifat keseluruhan tatanan yang terdiri dari dua atau lebih dari komponen yang satu sama lainnya saling mempengerahui atau bekerja dalam satu kesatuan atau keterpaduan yang bulat dan berorientasi kepada nilai dan moralitas islami.

Nilai dalam kamus besar bahasa indonesia berarti harga, angka kepandaian, banyak sedikitnya isi atau sesuatu yang menyempurnakan manusia sesuai dengan hakekatnya.
Nilai adalah suatu pola normatif, yang menentukan tuingkah laku yang diinginkan bagi suatu sistem yang ada kaitanna dengan lingkungan sekitar tanpa membedakan fungsi-fungsinya.

Manajamen stress

Manajemen stress bisa dilakukan dengan menerapkan beberapa teknik. Dalam dunia psikiatri teknik mengolah stress tersebut dikelompokkan ke dalam empat metode yakni kerekayasaan organisasi, kerekayasaan pribadi, teknik penenangan pikiran serta teknik penenangan melalui aktivitas fisik. Manajemen stress ini erat kaitannya dengan istilah “Flight or Fight”. Flight berarti menanggalkan kondisi yang menekan mental sedangkan Fight adalah melawan dengan baik kondisi tersebut.Opsi Fight ini yang kemudian bermuara pada manajemenstress.

manajemen stress adalah Kerekayasaan organisasi. Adalah usaha untuk mengubah lingkungan kerja dengan tujuan untuk membuatnya lebih nyaman dan menyenangkan. Hal yang perlu diubah adalah faktor-faktor yang berpotensi sebagai pembangkit stres. Secara kuantitatif banyaknya kegiatan dapat dikurangi, misalnya dengan penambahan tenaga kerja. Sedangkan secara kualitatif dapat dikurangi derajat kemajemukan keterampilan yang diperlukan termasuk di dalamnya pengurangan tanggung jawab. Menurut Elkin dan Rosch, sejumlah strategi mengurangi stress dengan mendesain ulang tugas, merancang lingkungan kerja yang bersahabat, membuat jadwal kerja fleksibel, mendorong manajemen partisipatif, membangun tujuan-tujuan, memberikan dukungan sosial serta umpan balik dan masih banyak lagi lainnya.

Konsep adaptasi

Adaptasi merupakan pertahanan yang didapat sejak lahir atau diperoleh karena belajar dari pengalaman untuk mengatasi stress. Cara mengatasi stress dapat berupa membatasi tempat terjadinya stress, mengurangi, atau menetralisasi pengaruhnya.

-Adaptasi pskiologis seseorang yang menghadapi stress akan mengalami kondisi-kondisi yang tidak mengenakkan secara psikis seperti timbulnya rasa cemas, frustasi, terancam, tak tentram yang semuanya itu berdampak pada munculnya suatu kontak konflik dalam jiwa mereka.

-Adaptasi Perkembangan Stress yang berkepanjangan dapat mempengaruhi kemampuan untuk menyelesaikan tugas perkembangan.

-Adaptasi Sosial BudayaSetiap lingkungan sosial masyarakat mempunyai tatanan budaya masing-masing. Antara lingkungan satu dan yang lainnya tentu memiliki budaya berbeda-beda. Perbedaan tersebut yang akhirnya menuntut setiap orang beradaptasi jika hal itu dapat dilakukan dengan baik maka akan tercipta keseimbangan.

Pengertian internalisasi

Secara etimologis internalisasi berasal dari kata intern atau kata internal yang berarti bagian dalam atau di dalam, sedangkan internalisasi berarti penghayatan.

Internalisasi adalah penghayatan terhadap suatu ajaran, doktrin atau nilai sehingga merupakan keyakinan dan kesadaran akan kebenaran doktrin atau nilai yang di wujudkan dalam sikap dan perilaku.
Internalisasi adalah pengaturan kedalam fikiran atau kepribadian, perbuatan nilai-nilai, patokan-patokan ide atau praktek-praktek dari orang-orang lain menjadi bagian dari diri sendiri.

Konsep sosialisasi

Sosialisasi / permasyarakatan merupakansatu proses sepanjang hayat yang perludilalui oleh seseorang individu untukmenjadi anggota sesuatu kelompok denganmempelajari kebudayaan kelompok itu.
Individu itu mempelajari bagaimanaberberkelakuan sebagai seorang ahlimasyarakat iaitu tentang nilai, sikap danperanan yang sesuai dan diterima olehkelompok atau masyarakat itu.

Reaksi stress: fight or flight

Salah satu kendala terbesar didalam hidup kita adalah rasa takut. Rasa takut menghambat pencapaian tujuan atau apa yang kita inginkan. Rasa takut adalah bagian yang berperan penting dalam survival (bertahan). Rasa takut memaksa otak kita untuk berpikir cepat dan bereaksi terhadap bahaya yang akan ditimbulkan, dimana kita namakan respons Fight and Flight. Melawan atau Melarikan Diri !! Tanpa mengakui terhadap rasa takut dan memahaminya bagaimana menghadapinya kita tidak bisa bertahan untuk hidup.

Sangatlah penting mengenali dan memahami rasa takut. Rasa takut dibagi menjadi reasonable fear (rasa takut yang wajar) yaitu rasa takut karena alasannya jelas, seperti saat mobil kita tergelincir di trotoar tanah, kaget dan timbul rasa takut. Dengan kata lain kita berada pada situasi bahaya. Ada jenis rasa takut yang kita temukan dan bayangkan, tipe rasa takut ini bukan timbul karena bahaya, akan tetapi dipicu dengan membayangkan dan mengantisipasi situasi yang sama sekali belum terjadi dan kita harapkan akan terjadi.


Otak kita tidak bisa membedakan bagaimana harus bereaksi terhadap kedua rasa takut tersebut. Sekali kita memutuskan bahwa kita dalam kondisi bahaya atau menakutkan maka otak kita memutuskan FIGHT or FLIGHT (Melawan atau Kabur). Kondisi ini memungkinkan otak menutup sebagian fungsinya dan bereaksi untuk melindungi diri kita.



Darimana bayangan ketakutan itu muncul? Bayangkan kita ingin pergi untuk interview promosi jabatan, akan tetapi kita takut akan gagal dalam promosi tersebut. Cara berpikir inilah rasa takut akan sesuatu yang belum terjadi. Hal terjelek dengan rasa takut ini adalah berhubungan dengan emosi kita, pengalaman emosi ini memperkuat hal tersebut adalah benar dan berakibat juga kepada pikiran kita, bahwa kondisi itu terjadi.



Dan kita akan membayangkan situasinya atau kita membayangkan pengalaman sebelumnya dan bagaimana kita bereaksi dalam situasi tersebut nanti. Misalnya rasa sakit dan kegagalan berhubungan dimasa lalu sering dibayangkan kepada situasi sekarang membuat kita takut melakukan hubungan yang baru kembali.

Teknik penenangan pikiran

  • Meditasi
Meditasi adalah kegiatan relaksasi yang melibatkan pengosongan pikiran dari semua hal yang menarik, membebani, mengganggu maupun mencemaskan dalam hidup kita sehari-hari, meditasi adalah kegiatan erjalanan perubahan dalam pikiran, memikirkan, merenungkan. Arti definisinya meditasi adalah kegiatan mental terstruktur, dilakukan selama jangka waktu tertentu, untuk menganalisis, menarik kesimpulan, dan mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk menyikapi, menentukan tindakan ata penyelesaian masalah pribadi, hidup, dan perilaku.

Dengan kata lain, meditasi melepaskan kita dari penderitaan pemikiran baik dan buruk yang sangat subjektif yang secara proposional berhubungan langsung dengan kelekatan kita terhadap pikiran dan penelitian tertentu. Kita mulai paham bahwa hidup merupakan serangkaian pemikiran, oenilian dan pelepasan subjektif yang tiada habisnya yang secara intuitif mulai kita lepaskan. Dalam keadaan pikiran yang bebas dari aktifitas berpikir, ternyata manusia tidak mati, tidak juga pingsan, dan tetap sadar.
Setiap orang dapat secara bebas memberikan nilai-nilai tersendiri tentang arti meditasi bagi kehidupannya. Oleh karena hanya dengan mempraktekan meditasi dalam hidup, orang bisa merasakan manfaat suatu perjalanan meditasi.

  • Relaksasi Autogenik
Relaksasi autogenik adalah relaksasi yang ditimbulkan sendiri. Teknik ini berpusat pada gambaran-gambaran berperasaan tertentu yang kemudian terkait kuat dalam ingatan, sehingga timbulnya kenangan tentang peristiwa yang akan menimbulkan pula penghayatan dari gambaran perasaan yang sama.

Pelatihan relaksasi autogenik berusaha mengaitkan penghayatan yang menenangkan dengan peristiwa yang menimbulkan ketegangan, sehingga badan kita terkondisi untuk memberikan penghayatan yang tetap menenangkan meskipun menghadapi peristiwa yang sebelumnya menimbulkan ketegangan.


  • Relaksasi Neuromuscular
          Pelatihan relaksasi neuromuscular adalah satu program yang terdiri dari latihan-latihan sistematis yang melatih otot dan komponen-komponen saraf yang mengendalikan aktivitas otot.

Individu diajari untuk secara sadar mampu merelaksasikan otot sesuai dengan kemauannya setiap saat. Untuk itu perlu dikembangkan kesadaran perasaan pikiran tentang bagaimana rasa relaks dan mempelajari bagaimana perbedaanya jika sedang tegang.

Stress positif yang pernah terjadi pada saya :

Ketika di kampus dikabarkan akan kuis pada jam ketiga maka, saya mau tidak mau untuk belajar dalam waktu singkat dan mepet, dalam kondisi stress dan tegang karena memikirkan kuis biasanya saya akan meresap materi lebih cepat dalam kondisi stress seperti itu menurut saya sangat menguntungkan karena dapat belajar dalam waktu singkat.

Stress negatifnya:


Kondisi stress ketika saya banyak pikiran yang harus di pikirkan, seperti sedang menjalani uts dan banyak pikiran lain yang harus di pikirkan dan banyak tugas-tugas yang harus dikerjakan bahkan kondisi fisik menurun, dalam kondisi tersebut saya akan merasa stress bahkan pikiran semeraut tidak dapat memikirkan hal yang jernih semua urusan terbengkalai, dan dalam kondisi stress ini fisik saya melemah bahkan berat badan saya menurun sampai 5 kilogram, kondisi stress namun pada akhirnya saya bisa mengkondisikan stress saya dengan mengambil keputusan untuk lebih menyangi diri saya sebaik mungkin untuk tidak membuat kondisi stress yang berlarut-larut.



sumber:
Whitbourne,Halgin.(2010).Psikologi Abnormal.Jakarta:Salemba Humanika.

STRESS


Psikologi Manajemen

Tugas I

1. Apa itu manajemen?

“Manajemen" itu berasal dari bahasa latin managio yang menunjukan kepada kegiatan mengatur atau lebih bermaksud untuk mengendalikan, Dan dalam bahasa Inggris adalah to manage yang berarti mengelola atau mengatur.

Menurut James A.F. Stonner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan.

Kesimpulannya yaitu, manajemen adalah suatu kegiatan atau seni mengatur dengan bermaksud menegendalikan sumber-sumber daya sebaik mungkin untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

2. Sebutkan jenis manajemen?

-Manajemen sumber daya manusia: kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh SDM yang terbaik dan bagaimana SDM yang terbaik tersebut dapat di pelihara dan dapat bekerja sama dengan kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah.

-Manajemen operasional: kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang di tetapkan berdasrkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefesien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produksi akhir yang di hasilkan dalam proses produksi.

-Manajemen pemasaran: kegiatan manajemn berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat di wujudkan.

-Manajemen keuangan: kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya beruasaha ntuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang di lakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu di ukur berdasarkan profit.

3. Apa itu kepemimpinan?

Pemimpin adalah inti dari manajemen, ini berarti bahwa manajemen akan tercapai tujuanya jika ada pemimpin.

Banyak definisi kepemimpinan yang menggambarkan asumsi bahwa kepemimpinan di hubungkan dengan proses mempengaruhi orang baik individu maupun masyarakat. Dalam kasus ini, dengan sengaja mempengaruhi dari orang ke orang lain dalam suasana aktivitasnya dan hubungan dalam kelompok atau organisasi.

Menurut keith devis kepemimpinan adalah kemampuan untuk mengajak orang lain untuk mencapai tujuan tertentu.

Sedangkan menurut paul hersey dan kenneth H.Blanchard kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan individu atau kelompok dalam situasi tertentu.

Kesimpulannya kepemimpinan adalah: rangkaian berupa kemampuan mempengaruhi perilaku orang lain dalam situasi tertentu agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.

Tugas II

1. Apa itu perencanaan?

Menurut indra bastian perencanaan adalah suatu proses yang tidak pernah berakhir, apabila sebuah renacana telah di tetapkan, maka dokumen menyangkut perencanaan terkait harus di implementasikan.

Menurut ducker perencanaan adalah suatu proses yang di organisasi dan di laksanakan secara sistematis dengan menggunakan pengetahuan yang ada sesuai keputusamn yang telah di tetapkan bersama.

Perencanaan terjadi pada semua kegiatan, perencanaan erupakan prose awal di mana manajemen memutuskan tujuan dan cara pencapainnya, perencanaan adalah hal yang sangat esensial karena dalam kenyataannya perencanaan memegang peranan lebih bila di bandingkan dengan funsi -fungsi manajemen yang lainnya, yaitu pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan, dimana fungsi-fungsi manajemen tersebut sebenarnya hanya merupakan pelaksanaan dari hasil sebuah perencanaan.

2. Manfaat perencanaan?

-Standar pelaksanaan dan pengawasan.
-Pemilihan berbagai alternatif terbaik.
-Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan.
-Menghemat pemanfaatan sumberdaya organisas.i
-Membantu manajer dalam menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.
-Mempermudah aktifitas atau keutuhan kita.

3. Jenis perencanaan dalam organisasi?
Berdasarkan jangka waktunya,Rencana terbagi menjadi dua yaitu:
-Rencana jangka panjang (long term plan), Merupakan rencana yang memiliki jangka waktu ima tahun atau lebih.
-Rencana jangka pendek (short term plan), Merupakan rencana yang memiliki jangka waktu sampai tiga tahun.
Pembagian jenis rencana dapat di liat dari antara jenis rencana yang di lihat dan jenis keputusan yang di lihat pada saat perusahaan berhubungan dengan berbagai aktifitas masalah yang membutuhkan keputusan rutin, perusahaan dapat membuat rencana yang bida di terapkan untuk mengatasi berbagai aktifitas atau masalah rutin tersebut.

Sebaliknya perusahaan dapat mengembangkan rencana yang di tujukan untuk mengatasi masalah program yang tidak terprogram rencana ini di sebut sebagai single-up plan.

Sumber: Solohin, ismail. pengantar manajemen, 2010. Jakarta: erlangga



Konsep - Konsep Dasar Manajemen


“Manajemen" itu berasal dari bahasa latin managio yang menunjukan kepada kegiatan mengatur atau lebih bermaksud untuk mengendalikan, Dan dalam bahasa Inggris adalah to manage yang berarti mengelola atau mengatur.


Menurut James A.F. Stonner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan.

Kesimpulannya yaitu, manajemen adalah suatu kegiatan atau seni mengatur dengan bermaksud menegendalikan sumber-sumber daya sebaik mungkin untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Faktor-faktor dalam pencapaian tujuan:

- Adanya penggunan sumber daya organisasi baik, sumber daya manusia, merupakan faktor-faktor produksi lainnya, sumber daya tersebut meliputi sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daa keuangan, serta informasi.
- Adanya pross yang bertahap dari mulai perencanaa, pengorganisasian, pengarahan, dan pengimplementasi, hingga pengendalian dan pengawasan
- Dan adanya seni dalam menyelesakan pekerjaan.

Sumber daya organisasi:

- Sumber daya manusia
- Sumber daya informasi
- Sumber daya fisik
- Sumber daya keuaungan
- Sumber daya alam

Pengertian efektif dan efisien:

- Efektif: mengerjakan pekerjaan yang benar atau tepat
- Efisien: mengerjakan pekerjaan dengan benar atau tepat

Fungsi manajemen:

- Perencanaan
- Pengorganisasian
- Pengarahan dan pengimplementasikan
- Pengawasan dan pengendalian

Fungsi perencanaan: proses yang berkaitan upaya yang di lakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.

Kegiatan dalam fungsi perncanaan:

- Menetapkan tujuan dan target bisnis
- Menentukan sumber-sumber daya yang di perlukan
- Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tertentu.

Fungsi pengorganisasian: proses yang berkaitan bagaimana strategi dan taktik yang telah di rumuskan dalam perencanaan di desain dalam sebuah stuktur organisasi yang tepat da tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.

Kegiatan dalam fungsi pengorganisasian:

- Kegiatan penemptan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat
- Menetapkan struktur organisasi yang menentukan adanya garis kewenangan dan tanggung jawab

Fungsi pengarahan dan implementasi: proses implementasi program agar dapat di jalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan pebuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.

Kegiatan dalam pengarahan dan implementasi:

- Menjelaskan kebijakan yang di tetapkan
- Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan.

Fungsi pengawasan dan pengedalian: Proses yang di lakukan untuk memastikan selruh rangkaian kegiatan yang telah di rencanakan, di organisasikan dan di implementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang di harapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam target yang d harapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang di hadapi.

Kegiatan dalam pengawasan da pengendalian:

-Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin di temukan.
-Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis.

Fungsi operasional dalam manajemen:

- Manajemen sumber daya manusia
- Manajemen pemasaran
- Manajemen operasi atau produksi
- Manajemen keuangan

Manajemen sumber daya masnusia: manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya ntuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita jalanka dan bagaimana sumber daya manusia yang terbaik tersebut dapat di pelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan dan bertambah.

Mananjemen pemasaran: manajemen pemasaran adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya berusaha untuk mengindentifikasi apa sesungguhya yang di butuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat di wujudkan.

Manajemen produksi: manajemen produksi adalah penerapan manajemen bedasarkan fungsinya untuk menghasilakn produk yang sesuai dengan standar yang di tetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produkis hingga produk akhir yang di hasilkan dalam proses produksi.

Manajemen keuangan: manajemen keuangan adalah kegiatan yang berdasarkan fungsinya yang berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnisnya di lakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu di ukur berdasrkan profit, tugas manajemen keuangan di antaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis di peroleh di alokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang di jalankan.

Manajemen informasi: manajamen informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang, untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk meneydiakan seluruh informasi internal dan eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang di jalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat.

Sumber: Solohin, ismail. pengantar manajemen, 2010. Jakarta: erlangga