Clock

Sabtu, 22 November 2014

Database dan Sistem Informasi

Database 

Era Permulaan Database, Era permulaan database ditandai dengan pengulangan data, ketergantungan data, kepemilikan data yang tersebar
Konsep Database yaitu integrasi logis dari catatan-catatan file, tujuan dari konsep database ini adalah meminimunkan pengulangan dan mencapai independensi data. independensi data adalah kemampuan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data. Indenpendensi sata dicapai dengan menempatkan spesifikasi dalam tabel dan kamus yang terpisah secara fisik dari program. program mengacu pada tabel untuk mengakses data.
Struktur Database
Database - File – Catatan - Elemen Data
Keunggulan dan kelemahan Database dan DBMS
Data Base Management System (DBMS)/Sistem Manajemen Basis Data (SMB)
DBMS dapat diartikan sebagai program komputer yang digunakan untuk memasukkan, mengubah menghapus, memodifikasi dan memperoleh data/informasi dengan praktis dan efisien.
Keunggulannya:
a.      Kepraktisan : DBMS menyediakan media penyimpan permanen yang berukuran kecil namun banyak menyimpan data.  
b.      Kecepatan : Komputer dapat mencari dan menampilkan informasi yang dibutuhkan dengan cepat.
c.       Mengurangi kejemuan : Pekerjaan yang berulang-ulang dapat menimbulkan kebosanan bagi manusia, sedangkan mesin tidak merasakannya.
d.      Update to date : Informasi yang tersedia selalu berubah dan akurat setiap.
Kelemahannya:
a.       Biaya : Kebutuhan untuk medapatkan perangkat lunak dan perangkat keras yang  tepat cukup mahal.
b.      Sangat kompleks : Sistem basis data lebih kompleks dibandingkan dengan proses berkas, sehingga dapat mudah terjadinya kesalahan.
c.       Resiko data yang terpusat : Data yang terpusat dalam satu lokasi dapat beresiko kehilangan data selama proses aplikasi.

Peranan Database dan DBMS Dalam Memecahkan Masalah
Database berperan untuk menentukan kebutuhan data dengan mengikuti pendekatan berorientasi masalah atau pendekatan model perusahaan. DBMS berperan sebagai :
1.      Data yang berulang dalam bentuk multifile duplikat maupun data duplikat dalam satu file.
2.      Data dan program menyatu.
3.      Kebutuhan untuk mengintegrasikan data dari file-file.
4.      Kebutuhan untuk memperoleh data secara cepat.
5.      Kebutuhan untuk membuat data dengan aman.
Konsep Sistem Dan Sistem Informasi Pada Organisasi dan Manajemen Perusahaan

- Factoring (Pengunsuran) Dalam pembentukan subsistem, pertamakali harus mengetahui konsep sebuah sistem(yang terdiri dari banyak subsistem), Hal tsb menuntut perancangnya untuk mempertimbangkan sistem sebagai suatu keseluruhan, Tapi keseluruhan sistem mungkin terlalu besar untuk dianalisis secara terperinci oleh karena itu sistem dibagi atau diuraikan atas subsistem, Batasan(boundary) daninterface disetiapsub sistem ditelaah secara cermat untuk menjamin bahwa hubungan semua subsistem adalah keseluruhan.

- Bila tugasnya (perancang) adalah: merancang dan memprogram sistem baru, maka subsistem daftar gaji harian dapat diunsurkan menjadi modul-modul pengolahan seperti: edit masukan, perhitungan pembayaran kotor, perhitungan pemotongan & pembayaran bersih pencatatan daftar gaji, penyiapan pengendalian Audit

- Simplifikasi(Penyederhanaan)
Setiap subsistem berintegrasi dengan yang lainnya dengan sebuahi nterface disebut jalinan antar personil yang berbeda pekerjaan dan bagian, Interface berpotensi untuk berkomunikasi antar subsistem dan setiap interface mengandung sebuah jalur komunikasi. Oleh karena sistem terdiri dari sangat banyak subsistem, maka ada simplifikasii nterface dan komunikasi antar sistem(subsistem-subsistem).

- Decoupling (pemisahan)
Metode ini digunakan agar tidak menggunakan analisis interaksi yang tetap.

Sistem Pendukung Keputusan
Decision Support System atau Sistem Pendukung Keputusan yang selanjutnya disingkat dalam penulisan ini menjadi SPK, secara umum didefinisikan sebagai sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan, baik kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah semi-terstruktur dengan cara memberikan informasi ataupun usulan menuju pada keputusan tertentu (Hermawan, 2005).

Pada awalnya Turban & Aronson (1998), mendefiniskan sistem penunjang keputusan (Decision Support Systems - DSS) sebagai sistem yang digunakan untuk mendukung dan membantu pihak manajemen melakukan pengambilan keputusan pada kondisi semi terstruktur dan tidak terstruktur. Pada dasarnya konsep DSS hanyalah sebatas pada kegiatan membantu para manajer melakukan penilaian serta menggantikan posisi dan peran manajer.

Fase – fase Proses Pengambilan Keputusan
Menurut Simon, proses pengambilan keputusan meliputi tiga fase utama yaitu inteligensi, desain dan kriteria. Ia kemudian menambahkan fase keempat yakni implementasi (Turban, 2005). Gambaran konseptual pengambilan keputusan menurut Simon dapat dilihat pada gambar :

1.      Fase Inteligensi
Inteligensi dalam pengambilan keputusan meliputiscanning (pemindaian) lingkungan, entah secara intermiten ataupun terus-menerus. Inteligensi mencakup berbagai aktivitas yang menekankan identifikasi situasi atau peluang – peluang masalah.
2.      Fase Desain
Fase desain meliputi penemuan atau mengembangkan dan menganalisis tindakan yang mungkin untuk dilakukan. Hal ini meliputi pemahaman terhadap masalah dan menguji solusi yang layak.
3.      Fase Pilihan
Pilihan merupakan tindakan pengambilan keputusan yang kritis. Fase pilihan adalah fase di mana dibuat suatu keputusan yang nyata dan diambil suatu komitmen untuk mengikuti suatu tindakan tertentu. Batas antara fase pilihan dan desain sering tidak jelas karena aktivitas tertentu dapat dilakukan selama kedua fase tersebut dank arena orang dapat sering kembali dari aktivitas pilihan ke aktivitas desain. Fase pilihan meliputi pencarian, evaluasi, dan rekomendasi terhadap suatu solusi yang tepat untuk model. Sebuah solusi untuk sebuah model adalah sekumpulan nilai spesifik untuk variabel – variabel keputusan dalam suatu alternatif yang telah dipilih.
4.      Fase Implementasi
Pada hakikatnya implementasi suatu solusi yang diusulkan untuk suatu masalah adalah inisiasi terhadap hal baru, atau pengenalan terhadap perubahan.
Definisi implementasi sedikit lebih rumit karena implementasi merupakan sebuah proses yang panjang dan melibatkan batasan – batasan yang tidak jelas. Pendek kata, implementasi berarti membuat suatu solusi yang direkomendasikan bisa bekerja, tidak memerlukan implementasi suatu sistem komputer.

Keuntungan SPK
Beberapa keuntungan penggunakan SPK antara lain adalah sebagai berikut (Surbakti, 2002) :
1. Mampu mendukung pencarian solusi dari berbagai permasalahan yang kompleks.
2. Dapat merespon dengan cepat pada situasi yang tidak diharapkan dalam kondisi yang berubah.
3. Mampu untuk menerapkan berbagai strategi yang berbeda pada konfigurasi berbeda secara cepat dan tepat
4. Pandangan dan pembelajaran baru.
5. Sebagai fasilitator dalam komunikasi.
6. Meningkatkan kontrol manajemen dan kinerja.
7. Menghemat biaya dan sumber daya manusia (SDM).
8. Menghemat waktu karena keputusan dapat diambil dengan cepat.
9. Meningkatkan efektivitas manajerial, menjadikan manajer dapat bekerja lebih singkat dan dengan sedikit usaha.
1.Meningkatkan produktivitas analisis.  


Sumber: bwahyudi.staff.gunadarma.ac.id


Kamis, 13 November 2014

Hirarki dan Pemrosesan Data

Hirarki Data    



Data harus disusun secara teratur agar pengolahannya dapat dilakukan dengan baik dan efisien. Pengorganisasian data dapat dibagi dalam enam tingkatan, yaitu :

1. Bit adalah suatu sistem angka biner dan unit terkecil dari pembentuk data.
2. Byte adalah bagian terkecil yang dapat dialamatkan dalam memori.
3. Field atau kolom adalah unit terkecil yang disebut data.
4. Record atau baris adalah kumpulan item yang secara logic saling berhubungan.
5. File atau tabel adalah kumpulan record yang sejenis dan secara logic berhubungan.
6. Database merupakan kumpulan file-file yang berhubungan secara logis dan digunakan secara rutin 
    pada operasi-operasi sistem informasi manajemen. 

Penyimpanan data dalam penyimpanan di komputer terdapat memory atau storage diantaranya terdapat SASD dan DASD.
SASD dan DASD
Sequential Access Storage Device (SASD) dan Direct Access Storage Device (DASD) digolongkan sebagai secondary storage device atau media penyimpanan sekunder.Secondary storage (Auxilary Storage) merupakan tempat penyimpanan luar (external memory) karena tempat penyimpanan tersebut terpisah dari komputer itu sendiri yang biasa digunakan untuk menyimpan data dan program dalam bentuk semi permanen.
Tujuan utama storage (secondary storage) diantaranya adalah :
1.      Menyimpan data dan program secara lebih permanen dan tidak tergantung pada satu daya atau aliran listrik Karena informasi yang disimpan di memori(primary storage), khususnya RAM bersifat volatile (informasi akan hilang jika listrik mati)
2.      Alat pendistribusian, yaitu memindahkan data dan program dari satu komputer ke komputer yang lain.
3.      Sebagai cadangan (backup), guna mengamankan data yang telah dimiliki.

Penyimpanan data terbagi menjadi 2 yaitu :
1.     Perangkat Simpan Sequential Access Storage Device (SASD) adalah suatu perangkat simpan yang bekerja secara sekuensial. Dengan kata lain, perangkat simpan ini bekerja dengan cara membaca (atau menulis) data secara urut dari awal sampai akhir, tanpa ada kemungkinan meloncat atau melewati bagian tertentu. Contoh perangkat simpan ini adalah : kaset ataumagnetic tape, punched card, dan punched paper tape. Perangkat simpan inisudah jarang dipakai dan relatif lambat, tetapi harganya relatif murah. Perangkat simpan SASD biasanya digunakan untuk membuat cadangan (backup) data dan program, karena untuk membuat data cadangan tidak diperlukan kecepatan tinggi.
2.    Perangkat Simpan Direct Access Storage Device (DASD)  adalah suatu perangkat simpan yang bekerja dengan cara langsung. Artinya, perangkat tersebut dapat membaca atau menulis langsung ditempat yang diperlukan.


Pemrosesan data mengolah dan memanipulasi data mentah menjadi informasi (hasil pengolahan),yang menjadi satu kesatuan dan bermanfaat dari suatu informasi tersebut.
Pemrosesan terbagi menjadi beberapa diantaranya: Batch Processing, Online Processing, dan Real time Processing.
Batch Processing adalah suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Tiap batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai data-data yang  terdapat dalam batch tersebut. Setelah data-data tersebut terkumpul dalam jumlah tertentu, data-data tersebut akan langsung diproses.

Online Processing 
Data diolah segera ketika sedang dimasukkan, pengguna biasanya hanya harus menunggu waktu yang singkat untuk ditanggapi. Sistem ini mengaktifkan semua periferal sebagai pemasok data, dalam kendali komputer induk. Informasi-informasi yang muncul merupakan refleksi dari kondisi data yang paling mutakhir, karena setiap perkembangan data baru akan terus diupdate kan ke data induk.
Real time Processing
Sistem real time adalah suatu sistem yang mengendalikan sistem fisik. Sistem ini mengharuskan komputer segera untuk data yang masuk dan menghasilkan output yang sesuai. sistem real time adalah sistem yang menggunakan deadline, yaitu pekerjaan harus selesai jangka waktu tertentu. Sementara itu, sistem yang tidak real time adalah sistem dimana tidak ada deadline, walaupun tentunya respons yang cepat atau performa yang tinggi tetap diharapkan. Pada sistem real time, digunakan batasan waktu. Sistem dinyatakan gagal jika melewati batasan yang ada. Bentuk pengolahannya pun dapat menjadi mahal karena membutuhkan prosesor komputer cepat dan koneksi jaringan yang baik.

 :     Sumber:  http://tjokorda.blog.ittelkom.ac.id/

Minggu, 02 November 2014

Pengertian Sistem Informasi Berbasis Komputer


     Pengertian Sistem Informasi  Berbasis Komputer

Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah computer-based atau pengolahan informasi yang berbasis padakomputer.Saat ini sistem informasi merupakan isu yang paling penting dalam pengendalian manajemen. Hal ini disebabkan karena tujuan dari pengendalian manajemen adalah untuk membantu manajemen dalam mengkoordinasi sub unit-sub unit dari organisasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapaitujuan perusahaan.
Informasi disajikan dalam bentuk lisan maupun tertulis oleh suatu pengolah informasi. Pada bagian pengolahan dengan komputer terdiri dari lima bidang yakni SIA, SIM, DSS, kantor virtual dan sistem berbasis pengetahuan. Hal tersebut dinamakan dengan sistem informasi berbasis komputer (komputer based information sistem).
Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi bagi sistem pengendalian manajemen adalah : penghematan waktu (time saving), biaya (cost saving), peningkatan efektivitas (effectiveness), pengembangan teknologi (technology development) dan pengembangan personel (staff development).
Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis. Skema Sistem Informasi Berbasis Komputer di organisasi,dapat dibagi menjadi beberapa bagian:
1.   Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems). Merupakan sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar. Sistem ini berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal.
2.   Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) dan Sistem Kerja Pengetahuan (Knowledge Work Systems) Kedua sistem ini bekerja pada level knowledge. Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk transformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi.
3.   Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) tidak menggantikan Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems), tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas, (Transaction Processing Systems) termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
4.      Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems)
Sistem ini hampir sama dengan Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) karena menggunakan basis data sebagai sumber data. Sistem ini bermula dari Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya.
5.   Sistem Informasi Manajemen (Management Information System). Sistem yang mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems) termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan.
6.   Sistem Ahli (Expert System) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelegent)
Kecerdasan buatan dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas.Dua cara untuk melakukan riset kecerdasan buatan adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logikanya
7.   Sistem Pendukung Keputusan Kelompok (Group Decision Support Systems) dan Sistem Kerja Kolaborasi Dukungan Komputer (Computer-Support Collaborative Work Systems). Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems (DSS) menjadi suatu solusinya.
8.   Sistem Pendukung Eksekutif (Executive Support Systems). Sistem tergantung pada informasi yang dihasilkan oleh Sistem Pengolahan Transaksi. Sistem ini membantu para eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti kantor.
Computer Based Information System (CBIS) atau Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan suatu sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan.
Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.
Evaluasi SIM adalah mendefinisikan seberapa baik SIM dapat beroperasi padaorganisasi yang menerapkannya untuk memperbaiki prestasi dimasa mendatang.Evaluasi SIM dapat dilakukan dengan cara berbeda-beda tergantung dari tujuan evaluasi.
Evaluasi dapat dilakukan pada serangkaian tingkat yang berbeda yaitu :
- Evaluasi sistem informasi secara menyeluruh
- Evaluasi sistem perangkat keras/ perangkat lunak
- Evaluasi Aplikasi
Evaluasi fungsi SIM adalah meliputi hal-hal sebagai berikut :
- Evaluasi sistem perangkat keras/ perangkat lunak yang masih berlaku.
- Evaluasi sistem perangkat keras/ perangkat lunak baru atau pengganti
- Evaluasi aplikasi SIM
- Penghitungan manfaat secara kuantitatif dari aplikasi SIM
- Analisis biaya manfaat dari alternatif disain SIM
1) Evaluasi Perangkat Keras/Perangkat Lunak yang Masih Berlaku
Tujuan evaluasi perangkat keras/ perangkat lunak SIM yang masih berlaku adalah menentukan hal-hal sebagai berikut :
a) Apakah ada sumber daya baru yang diperlukan
b) Apakah ada sumber daya perangkat keras/ lunak baru yang diperlukan
c) Apakah pengaturan kembali akan memperbaiki daya guna
d) Apakah tambahan sumber daya akan memperbaiki ketepat gunaan sistem

2) Evaluasi Perangkat Keras/Perangkat Lunak Baru atau Pengganti
Pendekatan umum yang dapat dilakukan pada evaluasi sistem perangkat keras/lunak baru atau pengganti adalah terdiri atas langkah-langkah sebagai berikut :
a.       Studi kelayakan
Studi kelayakan merupakan suatu studi yang dilaksanakan untuk penyelidikan sistem yang ada, menilai kebutuhan sistem perangkat keras/ lunak baru atau pengganti, menilai biaya efektifitas sistem yang diusulkan, dan menilai dampak sistem yang diusulkan pada organisasi.
b.       Penyiapan spesifikasi dan penawaran
Pedoman spesifikasi merupakan suatu daftar kebutuhan yang secara spesifik merumuskan apa yang haru dikerjakan oleh sistem perangkat keras/ lunak.Penawaran diperlukan karena umumnya beberapa pensuplai akan menyampaikan penawaran-penawaran yang perlu dipertimbangkan secara kuantitatif, kualitatif, dan subyektif.
  
3) Evaluasi Aplikasi Sistem Informasi
Suatu aplikasi sistem informasi dapat dievaluasi menurut beberapa ukuran, yaitu
sebagai berikut :
a.       Kelayakan Teknis (Technical Feasibility)
b.      Kelayakan Operasional (Operational Feasibility)
c.       Kelayakan ekonomis (Economic Feasibility)
d.      Kelayakan hukum (Legal Feasibility)
e.       Kelayakan Jadwal (Schedule Feasibility)
                                                                                                                        
                                                                                    

Sumber:
widyo.staff.gunadarma.ac.id




Sabtu, 18 Oktober 2014

Depresi


Depresi pada mahasiswa semester 6 karena cinta ..  

Cinta, perasaan yang luar biasa yang tak hanya membuat manusia seakan terbang membumbung tinggi di angkasa, tapi juga perasaan yang membuat sayap patah hingga jatuh mengenaskan. Tak heran bila cinta selalu menjadi kebanggaan, dan tak jarang di anggap sebagai penyebab kehancuran. Walau pada hakikatnya, cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Bahkan, cinta adalah sebuah aksi atau kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
Namun, karena begitu besarnya kekuatan cinta, depresi yang disebabkan karena cinta memiliki akibat yang sangat kompleks, bahkan menyebabkan kematian. Seperti yang terjadi pada Miko Mitrayuda, seorang mahasiswa semester 6 Stikes Wira Husada, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Ia pertama kali ditemukan kekasihnya, Tisa Kartika saat mengunjungi kos korban yang berada di Jalan Bali, Dusun Widoro Baru, Caturtunggal, Depok pada hari Rabu (23/5/2012) sekitar pukul sembilan pagi.
Kapolsek Depok Timur Kompol Qori Okto Handoko, menjelaskan, berdasarkan ciri – ciri yang ada di tubuh pelaku. Kemungkinan besar korban meninggal akibat gantung diri. Diperkuat dengan adanya bukti – bukti indikasi bunuh diri. Namun, kepolisian juga menemukan satu botol cairan racun serangga yang diduga kuat diminum korban sebelum melakukan aksi nekatnya itu.
“Berdasarkan keterangan saksi, pemicunya adalah masalah percintaan. Diketahui pula bahwa korban sempat cek cok dengan pacarnya,” ungkapnya.
Terkait kejadian itu, Psikiater dr Ida Rochmawati, menyebutkan bahwa ada kecenderungan seseorang berbuat nekat lantaran permasalahan cinta yang sering membuatnya menjadi sulit berfikir rasional. Oleh karena itu, disitulah pentingnya orang ketiga, baik itu teman maupun orang tua, sehingga anak tetap berada di jalur yang benar. "Makanya tidak heran jika ada ungkapan love is blind,"
Kutipan di atas, menggambarkan betapa rumitnya pemasalahan cinta. Cinta bahkan tidak mengizinkan untuk beralasan. Jika seseorang tidak lagi mampu menghilangkan perasaan depresi yang ditanggungnya, maka dia cenderung untuk berbuat nekat.
  

Analisis Kasus
Jika dilihat dari kejadian di atas, tersirat bahwa jenis cinta yang dimiliki oleh Miko adalah cinta romantik yang sering kali menghasilkan cinta buta dengan rela melakukan apapun demi cinta.depresi yang diakibatkan karena pertengkaran pasangan tersebut pada akhirnya berbuah penyesalan. Saat in banyak sekali depresi yang diasumsikan sebagai kegalauan.
Dan permasalahan percintaan adalah atribusi yang mengkibatkan miko melakukan bunuhdiri. Seseorang yang bunuhdiri berkeyakinan bahwa dengan berakhir hidupnya, maka berahir pula penderitaka dan segala bentuk permasalahan yang dihadapinya.dan bunuhdiri merupakan salahsatu bentuk katarsis(penyaluran bentuk agresi yang dilakukan secara  langsung atau tidak) demi mengurangi bahaya yang mungkin ditimbulkan pada orang lain. Akantetapi pada akhirnya dia malah menyakiti dirinya sendiri.
Dan dari kisah tersebut, bisa disimpulkan bahwa tidak selamanya cinta membawa kebahagiaan, tapi ada kalanya manusia bisa menangis tersedu-sedu karena cinta. Tergantung bagaimana seseorang menyikapi kedatangan cinta. Akan lebih baik bila cinta tidak membutakan mata dan mengendalikan nurani kita.
Depresi adalah bentuk kemuraman hati (bisa berupa kesedihan, kesenduan, kepedihan hati) yang mempunyai sifat patologis. Timbulnya rasa depresi ini bisa disebabkan oleh karena sakit hati, penyalahan terhadap diri sendiri, dan trauma psikologis. Ini adalah pengertian depresi menurut Kartono (2002).
Depresi adalah suatu kondisi yang lebih dari suatu keadaan sedih, bila kondisi depresi seseorang sampai menyebabkan terganggunya aktivitas sosial sehari-harinya maka hal itu disebut sebagai suatu Gangguan Depresi. Beberapa gejala Gangguan Depresi adalah perasaan sedih, rasa lelah yang berlebihan setelah aktivitas rutin yang biasa, hilang minat dan semangat, malas beraktivitas, dan gangguan pola tidur. Depresi merupakan salah satu penyebab utama kejadian bunuh diri.
Gejala-gejala depresi :
a. Merasa sedih yang berkepanjangan, cemas yang berlebihan dan suasana hati yang kosong.
b. Keputusasaan terhadap hidup dan pesimis terhadap masa depan.
c. Perasaan bersalah yang tidak pada tempatnya dan tidak berdaya untuk keluar dari rasa bersalah tersebut
d. Kehilangan minat.
e. Stamina menjadi hancur dan begitu mudah mengalami kelelahan fisik.
f. Kesulitan memusatkan perhatian, penurunan daya ingat dan tidak mampu dalam mengambil keputusan.
g. Insomnia
h. Nafsu makan berlebihan dan terkadang juga kehilangan nafsu makan.
i. Keinginan untuk bunuh diri.
j. Emosi
Beberapa yang bisa menyebabkan seseorang terkena depresi adalah sebagai berikut:
·         Stres Lingkungan Dan Proses Kehidupan. Manusia tidak terlepas dari masalah dan stres dalam menjalani kehidupan. Maka bila seseorang menjalani sebuah kehidupan yang dipenuhi dengan ketegangan emosional yang berlebihan akan bisa menjadi pintu awal terjadinya gangguan mood (perasaan).
·         Berbagai Bentuk Kekerasan. Kekerasan dalam hal ini bisa berwujud dalam bentuk kekerasan fisik maupun mental. Bila seseorang mengalami trauma kekerasan fisik, emosional, kekerasan seksual dalam kehidupannya di masa lalu, maka hal ini akan bisa menimbulkan depresi di kemudian hari.
·         Kehilangan. Perasaan kehilangan yang berkelanjutan dan berlebihan semisal peristiwa kedukaan yang mendalam atas meninggalnya seseorang yang sangat berarti dalam kehidupannya akan bisa menjadi faktor resiko depresi bila tidak mendapat penanganan yang serius.
·         Penyakit Kronis. Beberapa penyakit berat serta kronis juga bisa menyebabkan seseorang jatuh dalam kondisi depresi, baik itu dalam taraf depresi ringan atau bahkan depresi yang berat sekalipun. Selain itu ada juga penyakit akibat depresi yang bisa juga terjadi sebaliknya.

Terapi-terapi yang dapat digunakan untuk depresi :

1.      Perlu ada penanganan bagi penderita depresi yang bersifat bantu diri atau diIakukan sendiri oleh subjek seperti terapi musik. Terapi musik menguntungkan bagi subjek dari segi : (a) dapat menyediakan sendiri tape recorder dan kaset musik yang dibutuhkan, (b) dapat mendengarkan musik kapan saja dibutuhkan dan lebih murah dari segi biaya, (c) tidak mendapat tekanan tambahan dari masyarakat yang menganggap bahwa orang yang berkonsuItasi pada psikolog atau psikiater mengalami gangguan jiwa yang memalukan. Terapi musik adalah pemaniaatan kemampuan musik dan elemen musik oleh terapis untuk meningkatkan dan merawat kesehatan fisik, memperbaiki mental, emosional, dan kesehatan spiritual klien. Terapi musik terdiri dari dua elemen utarna yaitu elemen terapi dan elemen musik. Elemen terapi yang meliputi ketrampilan rnusik bagi terapis, alat yang digunakan musik, membangun hubungan terapis dan klien, aktivitas yang terstruktur dan dianjurkan oleh tim yang merawat klien untuk mencapai tujuan yang spesifik dan objektif bagi klien. Elemen musik sebagai alat utama yang meliputi irama, melodi dan harmoni. Terapi musik dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu menyanyi, mencipta Jagu, memainkan alat musik, irnprovisasi, mendiskusikan Hrik dan mendengarkan musik.
2.      Efek  terapi  tertawa pada  depresi,  kognisi  dan  tidur  pada  lanjut usia  yang  tinggal  di  sebuah  panti  yang melibatkan  109  subyek  berusia  65 tahun  dan  lebih  tua.  Para  peserta  dibagi menjadi dua kelompok dengan 48 mata pelajaran dalam kelompok terapi tawa dan 61 subyek pada  kelompok  kontrol. Kelompok-kelompok  dibandingkan dengan  menggunakan evaluasi  depresi, pemeriksaan  kesehatan  mental  dan  tes kualitas  tidur.  Pada  awal penelitian,  tidak  ada  perbedaan  signifikan  antara kedua  kelompok  pada  salah  satu evaluasi.  Ketika  penelitian  berakhir, ditemukan  bahwa  tingkat  depresi  dan insomnia telah  secara  signifikan  menurun  pada  kelompok  terapi  tawa.  Penelitian  ini  juga menemukan  bahwa  kualitas  tidur  secara  keseluruhan  dan kesadaran  mental  telah meningkat dalam kelompok terapi tawa.
Temuan ini menunjukkan bahwa terapi tawa adalah  pilihan  pengobatan  yang  berguna  dan hemat  biaya  untuk  menurunkan  gejala  depresi pada lansia (Alicia, 2010).
3.      Ada tiga definisi terapi kognitif :
a.terapi kognitif adalah suatu system pasikoterapi yang didasarkan pada teori gangguan emosi
b.terapi kognitif adalah serangkaian percobaan dan penyelidikan klinis
c.terapi kognitif adalah tekhnik-tekhnik terapi yang dirumuskan dengan baik.
Terapi kognitif “ karena tekhnik yang dipakai dalam terapi ini bertujuan untuk merubah kesalahan (error) atau penyimpangan (bias) dalam pikiran pasien. Tehnik itu juga mencakup cara-cara yang digunakan untuk menilai situasi dan stress, anggapan tentang diri sendiri, lingkungan dan masa depan. Serta keyakinan dan sikap,yang semuanya diperekirakan memperberat gangguan emosi pasien.pendekatan dalam penyembuhan ini didasarkan atas latar belakang histories, teoritis dan eksperimen.  

DAFTAR PUSTAKA
Hasanat, N., & Susilowati, T.G. (2011). Pengaruh terapi menulis pengalaman emosional terhadap penurunan depresi pada mahasiswa tahun pertama. Jurnal Psikolog, Vol.38, No.1, 92-107.
Charlata, D. (2005). Pengaruh terapi musik terhadap depresi di antara mahasiswa. Ejournal, Vol.2, No.18.