Clock

Kamis, 13 November 2014

Hirarki dan Pemrosesan Data

Hirarki Data    



Data harus disusun secara teratur agar pengolahannya dapat dilakukan dengan baik dan efisien. Pengorganisasian data dapat dibagi dalam enam tingkatan, yaitu :

1. Bit adalah suatu sistem angka biner dan unit terkecil dari pembentuk data.
2. Byte adalah bagian terkecil yang dapat dialamatkan dalam memori.
3. Field atau kolom adalah unit terkecil yang disebut data.
4. Record atau baris adalah kumpulan item yang secara logic saling berhubungan.
5. File atau tabel adalah kumpulan record yang sejenis dan secara logic berhubungan.
6. Database merupakan kumpulan file-file yang berhubungan secara logis dan digunakan secara rutin 
    pada operasi-operasi sistem informasi manajemen. 

Penyimpanan data dalam penyimpanan di komputer terdapat memory atau storage diantaranya terdapat SASD dan DASD.
SASD dan DASD
Sequential Access Storage Device (SASD) dan Direct Access Storage Device (DASD) digolongkan sebagai secondary storage device atau media penyimpanan sekunder.Secondary storage (Auxilary Storage) merupakan tempat penyimpanan luar (external memory) karena tempat penyimpanan tersebut terpisah dari komputer itu sendiri yang biasa digunakan untuk menyimpan data dan program dalam bentuk semi permanen.
Tujuan utama storage (secondary storage) diantaranya adalah :
1.      Menyimpan data dan program secara lebih permanen dan tidak tergantung pada satu daya atau aliran listrik Karena informasi yang disimpan di memori(primary storage), khususnya RAM bersifat volatile (informasi akan hilang jika listrik mati)
2.      Alat pendistribusian, yaitu memindahkan data dan program dari satu komputer ke komputer yang lain.
3.      Sebagai cadangan (backup), guna mengamankan data yang telah dimiliki.

Penyimpanan data terbagi menjadi 2 yaitu :
1.     Perangkat Simpan Sequential Access Storage Device (SASD) adalah suatu perangkat simpan yang bekerja secara sekuensial. Dengan kata lain, perangkat simpan ini bekerja dengan cara membaca (atau menulis) data secara urut dari awal sampai akhir, tanpa ada kemungkinan meloncat atau melewati bagian tertentu. Contoh perangkat simpan ini adalah : kaset ataumagnetic tape, punched card, dan punched paper tape. Perangkat simpan inisudah jarang dipakai dan relatif lambat, tetapi harganya relatif murah. Perangkat simpan SASD biasanya digunakan untuk membuat cadangan (backup) data dan program, karena untuk membuat data cadangan tidak diperlukan kecepatan tinggi.
2.    Perangkat Simpan Direct Access Storage Device (DASD)  adalah suatu perangkat simpan yang bekerja dengan cara langsung. Artinya, perangkat tersebut dapat membaca atau menulis langsung ditempat yang diperlukan.


Pemrosesan data mengolah dan memanipulasi data mentah menjadi informasi (hasil pengolahan),yang menjadi satu kesatuan dan bermanfaat dari suatu informasi tersebut.
Pemrosesan terbagi menjadi beberapa diantaranya: Batch Processing, Online Processing, dan Real time Processing.
Batch Processing adalah suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Tiap batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai data-data yang  terdapat dalam batch tersebut. Setelah data-data tersebut terkumpul dalam jumlah tertentu, data-data tersebut akan langsung diproses.

Online Processing 
Data diolah segera ketika sedang dimasukkan, pengguna biasanya hanya harus menunggu waktu yang singkat untuk ditanggapi. Sistem ini mengaktifkan semua periferal sebagai pemasok data, dalam kendali komputer induk. Informasi-informasi yang muncul merupakan refleksi dari kondisi data yang paling mutakhir, karena setiap perkembangan data baru akan terus diupdate kan ke data induk.
Real time Processing
Sistem real time adalah suatu sistem yang mengendalikan sistem fisik. Sistem ini mengharuskan komputer segera untuk data yang masuk dan menghasilkan output yang sesuai. sistem real time adalah sistem yang menggunakan deadline, yaitu pekerjaan harus selesai jangka waktu tertentu. Sementara itu, sistem yang tidak real time adalah sistem dimana tidak ada deadline, walaupun tentunya respons yang cepat atau performa yang tinggi tetap diharapkan. Pada sistem real time, digunakan batasan waktu. Sistem dinyatakan gagal jika melewati batasan yang ada. Bentuk pengolahannya pun dapat menjadi mahal karena membutuhkan prosesor komputer cepat dan koneksi jaringan yang baik.

 :     Sumber:  http://tjokorda.blog.ittelkom.ac.id/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar