Hirarki Data
Data harus disusun secara teratur agar pengolahannya dapat dilakukan dengan baik dan efisien. Pengorganisasian data dapat dibagi dalam enam tingkatan, yaitu :
1. Bit adalah suatu sistem angka biner dan unit terkecil dari pembentuk data.
2. Byte adalah bagian terkecil yang dapat dialamatkan dalam memori.
3. Field atau kolom adalah unit terkecil yang disebut data.
4. Record atau baris adalah kumpulan item yang secara logic saling berhubungan.
5. File atau tabel adalah kumpulan record yang sejenis dan secara logic berhubungan.
6. Database merupakan kumpulan file-file yang berhubungan secara logis dan digunakan secara rutin
pada operasi-operasi sistem informasi manajemen.
Penyimpanan data dalam penyimpanan di komputer terdapat
memory atau storage diantaranya terdapat SASD dan DASD.
SASD dan DASD
Sequential Access Storage Device (SASD) dan Direct Access Storage Device (DASD)
digolongkan sebagai secondary storage device atau media penyimpanan sekunder.Secondary
storage (Auxilary Storage) merupakan tempat penyimpanan luar (external
memory) karena tempat penyimpanan tersebut terpisah dari komputer itu
sendiri yang biasa digunakan untuk menyimpan data dan program dalam bentuk semi
permanen.
Tujuan utama storage (secondary
storage) diantaranya adalah :
1.
Menyimpan data dan program secara lebih
permanen dan tidak tergantung pada satu daya atau aliran listrik Karena
informasi yang disimpan di memori(primary storage), khususnya RAM
bersifat volatile (informasi akan hilang jika listrik mati)
2.
Alat pendistribusian, yaitu memindahkan
data dan program dari satu komputer ke komputer yang lain.
3.
Sebagai cadangan (backup), guna
mengamankan data yang telah dimiliki.
Penyimpanan
data terbagi menjadi 2 yaitu :
1. Perangkat Simpan Sequential Access Storage Device (SASD) adalah suatu perangkat simpan yang bekerja secara sekuensial. Dengan
kata lain, perangkat simpan ini bekerja dengan cara membaca (atau menulis) data
secara urut dari awal sampai akhir, tanpa ada kemungkinan meloncat atau
melewati bagian tertentu. Contoh perangkat simpan ini adalah : kaset
ataumagnetic tape, punched card, dan punched paper
tape. Perangkat simpan inisudah jarang dipakai dan relatif lambat,
tetapi harganya relatif murah. Perangkat simpan SASD biasanya digunakan untuk
membuat cadangan (backup) data dan program, karena untuk membuat data
cadangan tidak diperlukan kecepatan tinggi.
2. Perangkat Simpan Direct Access Storage Device (DASD) adalah suatu perangkat simpan yang bekerja dengan cara langsung.
Artinya, perangkat tersebut dapat membaca atau menulis langsung ditempat yang
diperlukan.
Pemrosesan data mengolah dan memanipulasi data
mentah menjadi informasi (hasil pengolahan),yang menjadi satu kesatuan dan
bermanfaat dari suatu informasi tersebut.
Pemrosesan terbagi menjadi
beberapa diantaranya: Batch Processing, Online Processing,
dan Real time Processing.
Batch Processing adalah suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih
dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut
batch. Tiap batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai
data-data yang terdapat dalam batch tersebut. Setelah data-data
tersebut terkumpul dalam jumlah tertentu, data-data tersebut akan langsung
diproses.
Online Processing
Data diolah segera ketika sedang dimasukkan, pengguna biasanya hanya harus
menunggu waktu yang singkat untuk ditanggapi. Sistem ini mengaktifkan semua
periferal sebagai pemasok data, dalam kendali komputer induk.
Informasi-informasi yang muncul merupakan refleksi dari kondisi data yang
paling mutakhir, karena setiap perkembangan data baru akan terus diupdate kan
ke data induk.
Real time Processing
Sistem real time adalah
suatu sistem yang mengendalikan sistem fisik. Sistem ini mengharuskan komputer
segera untuk data yang masuk dan menghasilkan output yang
sesuai. sistem real time adalah sistem yang
menggunakan deadline, yaitu pekerjaan harus selesai jangka waktu
tertentu. Sementara itu, sistem yang tidak real time adalah
sistem dimana tidak ada deadline, walaupun tentunya respons yang
cepat atau performa yang tinggi tetap diharapkan. Pada sistem real time,
digunakan batasan waktu. Sistem dinyatakan gagal jika melewati batasan yang
ada. Bentuk pengolahannya pun dapat menjadi
mahal karena membutuhkan prosesor komputer cepat dan
koneksi jaringan yang baik.
: Sumber: http://tjokorda.blog.ittelkom.ac.id/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar